Kamis, 07 Mei 2009

Go Green

GO GREEN



Pada tanggal 5 April 2008, Coca-Cola mengadakan aksi sosial menanam pohon bakau di Pulau Serangan, Bali. Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 sukarelawan yang merupakan karyawan Coca-Cola Bottling Indonesia Unit BaliNusa (Bali & Nusa Tenggara). Mereka bersama-sama menanam 2.000 bibit di area Hutan Bakau di pesisir Pulang Serangan.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Coca-Cola dengan Dinas Kehutanan, Balai Pengelolaan Hutan Bakau, Gerakan Pelestarian Lingkungan (GPL) dan beberapa wartawan dari media cetak dan elektronik.

Selain kegiatan ini, setiap tahun Tim Coca-Cola juga mengadakan aksi sosial ”Bersih-Bersih Pantai Kuta” bekerjasama dengan GPL Bali. Pada kegiatan tahun lalu yang diadakan pada tanggal 1 Desember 2007, selain membersihkan Pantai Kuta, Tim Coca-Cola juga melepaskan tukis (anak penyu) dan menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada perwakilan Bendesa Adat di Bali demi menjaga kelestarian sumber daya air tana



Tentang GNRHL
Selasa, 25 Desember 2007
Latar Belakang

Kondisi hutan Indonesia saat ini telah menjadi keprihatinan banyak pihak, data terakhir mengindikasikan bahwa kawasan hutan dan lahan yang rusak di seluruh DAS lebih dari 43 juta hektar dengan laju deforestrasi lebih dari 1,6 juta hektar per tahun. Kerusakan kawasan hutan dan lahan tersebut mengakibatkan bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan kekeringan yang besar. Dengan frekuensi kejadian dan besarnya bencana alam yang cenderung meningkat, menyebabkan kerugian yang sangat luas sehingga menimbulkan dampak negatif pada seluruh perikehidupan masyarakat serta sumberdaya hutan dan lahan.

Berdasarkan data Badan Planologi Kehutanan Departemen Kehutanan tahun 2001, luas kawasan berhutan di Indonesia telah mengalami perubahan yang begitu drastis. Luas kawasan berhutan pada tahun 2001 sebesar 120 juta ha saat ini tersisa 93,5 juta ha dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, yaitu lebih banyak didominasi oleh vegetasi semak belukar dan bahkan tanpa vegetasi (tanah kosong).

Di Kalimantan Timur luas kawasan hutan (KBK) mencapai + 14.651.533 ha (73,64%) dan lahan (KBNK) mencapai + 5.243.300 ha (26,36%) dari seluruh luas daratan Kalimantan Timur sebesar + 19.894.853 ha. Dari luas kawasan hutan dan lahan tersebut terindikasi sebagai lahan kritis mencapai luasan + 11.811.322 ha.

Kawasan hutan Kalimantan Timur mempunyai keanekaragaman tiope ekosistem, yang mempunyai peranan sangat penting sebagai system penyangga kehidupan dan pendukung pembangunan. Selain itu, hutan Kalimantan Timur merupakan salah satu hutan hujan tropis terbesar di dunia yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca melalui Clean DevelopmentMechanism (CDM) dan penyuplai O2, pengatur tata air, wadah keanekaragaman hayati, sumber plasma nutfah dan sebagainya.
Kebijakan pembangunan kehutanan yang lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi telah menimbulkan berbagai permasalahan di antaranya adalah menurunnya kualitas lingkungan sebagai akibat dari merosotnya kualitas dan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan Secara umum, kerusakan kawasan hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Timur disebabkan antara lain oleh lemahnya mekanisme pengawasan dan pengamanan hutan, penegakan hukum belum optimal terhadap berbagai tindakan pengrusakan hutan, meningkatnya praktek penebangan liar dan perambahan hutan, pengelolaan hutan dan lahan yang tidak berdasar kaidah-kaidah kelestarian, serta meningkatnya kebutuhan pasokan bahan baku industri kayu.
Memperhatikan kondisi sumberdaya hutan dan masalah-masalah yang dihadapi pembangunan kehutanan di atasn, maka diperlukan adanya komitmen semua pihak (stakeholders) untuk memulihkan kondisi fisik kawasan hutan sehingga dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Penerapankaidah-kaidah kelestarian dalam pengelolaan sumberdaya hutan yang meliputi : kelestarian fungsi ekonomi, fungsi konservasi dan ekologi serta fungsi social budaya masyarakat merupakan persyaratan dalam mewujudkan paradigma baru pembangunan kehutanan, yaitu dari pendekatan timber based management menjadi resources based management melalui proses partisipatif para pihak (stakeholders).
Undang-undang RI No. 22 tahun 1991 tentang Pemerintahan Daerah yang diganti dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2004 serta Undang-Undang RI No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah telah memberikan peluang dan kewenangan kepada daerah (propinsi dan kabupaten/kota) untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan di bidang kehutanan, termasuk di dalamnya adalah program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL).


UPAYA

rehabilitasi hutan dan lahan kritis telah dilaksanakan sejak tahun 1976 melalui INPRES penghijauan dan reboisasi, pada Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas. Namun demikian laju kerusakan hutan dan lahan terjadi lebih cepat, sehingga melebihi kemampuan untuk merehabilitasinya. Dengan demikian luas hutan terdegradasi dan lahan kritis pada tiap DAS terus bertambah, sehingga sebagai akibat lanjutannya adalah kondisi sumberdaya hutan dan lahan tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai pengatur tata air DAS secara optimal.

Kondisi diatas menumbuhkan kesadaran dan gagasan Departemen Kehutanan untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang rusak guna memperbaiki dan mengembalikan fungsi dan produktifitas sumberdaya hutan serta sebagai penanggulangan bencana yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, terkoordinasi dan melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, swasta, LSM, akademisi, serta masyarakat. Gagasan tersebut berupa suatu gerakan yang diberi nama Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN atau GN-RHL).


ehabilitasi hutan dan lahan
PDF Cetak E-mail
Kamis, 31 Januari 2008
Rehabilitasi hutan dan lahan :
Dari Gerakan Nasional Menuju Ke Gerakan sosial

Oleh: Yuli Nugroho

“Target rehabilitasi lahan nasional tidak tercapai”, demikian temuan tim Komisi III DPR RI di enam propinsi, sebagaimana disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Ditjen RLPS Departemen Kehutanan (Kompas, 10 September 2004: 14). Kunjungan ke Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan menemukan bahwa realisasi penanaman kurang dari 60% dari yang ditargetkan. Angka yang lebih tinggi disampaikan oleh Dirjen RLPS, dimana dari target 300.000 hektar program GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) untuk tahun 2003, telah terealisasi sebesar 251.000 hektar (84%).


Prestasi di atas tentu saja sangat mengkhawatirkan, mengingat selama 5 tahun pemerintah mentargetkan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 3 juta hektar. Tahun 2003, tahun dimulainya GNRHL, ditargetkan menanami areal seluas 300.000 hektar, di 29 DAS yang tersebar di 15 propinsi dan 145 kabupaten/kota. Target luas penananaman ini meningkat setiap tahun menjadi 500.000 pada tahun 2004, 600.000 hektar pada tahun 2004, 700.000 hektar pada tahun 2006, dan 900.000 hektar pada tahun 2007.


Rendahnya realisasi penanaman program GNRHL sebetulnya sudah diduga sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari kepesimisan banyak kalangan sebelum program ini dicanangkan oleh Presiden Megawati di Gunung Kidul, Yogyakarta tanggal 21 Januari 2004. Kepesimisan ini didasarkan pada pengalaman program penanaman sebelumnya, baik penghijauan maupun Hutan Tanaman Industri (HTI) yang menunjukkan bahwa selama 15 tahun (1985- 2000) program HTI hanya berhasil membangun areal seluas 2,3 juta hektar dari 6,25 juta hektar yang ditargetkan, atau rata-rata seluas 150.000 hektar pertahun.

Sabtu, 02 Mei 2009

KEAJAIBAN DUNIA

KEAJAIBAN DUNIA


Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit

Posted on Journey.

Pada tanggal 07-07-2007 lalu, The New Open World Corporation mengumumkan 7 keajaiban dunia yang baru (New Seven Wonders of the World) berdasarkan perolehan hasil voting. Berbagai kontroversi pun muncul berkaitan dengan terpilihnya 7 keajaiban dunia yang baru.

Saya ikut terlibat dalam voting tersebut, dan merasa senang karena pilihan saya masuk dalam 7 keajaiban dunia yang baru. Padahal saya sendiri belum pernah mengunjungi tempat-tempat tersebut. Mungkin hanya sebuah impian jika saya dapat mengunjungi dan melakukan perjalanan nyata ke sana.

Perjalanan virtual pun saya lakukan dengan memanfaatkan teknologi Google Earth. Apalagi kini, GE sudah dilengkapi dengan fasilitas Panoramio yang memungkinkan kita untuk melihat photo suatu tempat dari berbagai sudut pandang yang dikirimkan oleh banyak kontributor.

Berikut ini adalah penampakan 7 keajaiban dunia yang baru yang dilihat dari atas langit :

Taj Mahal

Taj Mahal, India
Simbol cinta dan hasrat
Kordinat :
27°10′30.00″N 78°2′31.48″E
Referensi :
Wikipedia : Taj Mahal
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Taj Mahal
Taj Mahal Cinta Abadi Sang Raja

Roman Colosseum

Colosseum, Roma
Simbol kesenangan dan penderitaan
Kordinat :
41°53′24.83″N 12°29′33.09″E
Referensi :
Wikipedia : Colosseum
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Colosseum
Colosseum, Saksi Pertarungan Berdarah Manusia Vs Hewan Buas

Great Wall of China

Great Wall of China, China
Sebuah bukti ketekunan dan tekad yang keras
Kordinat :
40°21′21.03″N 116° 0′33.88″E
Referensi :
Wikipedia : Great Wall of China
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Great Wall of China
Tembok Cina, Kuburan 5 Dinasti untuk Ribuan Pembuatnya

Petra

Petra, Yordania
Simbol keahlian teknik dan perlindungan
Kordinat :
30°19′23.64″N 35°26′54.83″E
Referensi :
Wikipedia : Petra
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Petra
Petra, Kota di Dinding Batu

Chichen Itza

Chichen Itza, Mexico
Simbol pemujaan dan pengetahuan
Kordinat :
20°40′54.32″N 88°34′8.91″W
Referensi :
Wikipedia : Chichen Itza
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Chichen Itza
Chichen Itza, Sumur Pengorbanan

Machu Picchu

Machu Picchu, Peru
Simbol dedikasi dan komunitas
Kordinat :
13° 9′47.76″S 72°32′44.75″W
Referensi :
Wikipedia : Machu Picchu
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Machu Picchu
Machu Picchu, Kota Berlapis Emas

Christ Redeemer

Patung Yesus Penebus, Brasil
Kristus Penebus berdiri untuk menyambut dengan keterbukaan
Kordinat :
22°57′6.72″S 43°12′38.01″W
Referensi :
Wikipedia : Christ Redeemer
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Christ Redeemer
Christ Redeemer, Melihat Hamba dari Puncak Gunung

Panitia New 7 Wonders menyertakan juga satu-satunya keajaiban dunia kuno yang masih ada sebagai kandidat kehormatan yang tidak dipilih melalui voting.

Great Pyramid of Giza

Great Pyramid of Giza, Mesir
Simbol keabadian dan kehidupan yang kekal
Kordinat :
29°58′42.28″N 31° 8′3.18″E
Referensi :
Wikipedia : Pyramid of Giza
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Great Pyramid of Giza

Pemilihan berdasarkan voting ini lebih tepat untuk melihat 7 keajaiban dunia yang populer bukan melihat mana yang terbaik.

Selain kepopuleran juga menggambarkan bagaimana suatu rakyat bersatu-padu untuk memperjuangkan situs peninggalan sejarahnya. Hal ini dapat dilihat dari kegigihan dan kebersamaan orang Brasil untuk memenangkan Monumen Patung Kristus Penebus. Juga orang India untuk kemenangan Taj Mahal, dan orang Jordania untuk kemenangan Petra.

Jadi Borobudur bisa saja menjadi 7 keajaiban dunia yang baru, jika saja pemerintah dan rakyat yang berjumlah 200 juta jiwa ini bekerja bersama-sama untuk itu. Sayangnya hal itu tidak terjadi. Bahkan maraknya aksi terorisme, kerusuhan masal dan ketidakramahan penduduk Indonesia telah membuat citra pariwisata Indonesia mudah “ditenggelamkan.


Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono Drs.H. Muhammad Jusuf Kalla
Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono
PresidenRI
Drs.H. Muhammad Jusuf Kalla
Wakil Presiden RI




Tujuh Keajaiban Baru Dunia PDF Print
09-07-2007
Meskipun selama ini dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia, Candi Borobudur tidak masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Baru Dunia (New Seven Wonders) yang diumumkan Minggu dini hari kemarin.

Tujuh Keajaiban Dunia Baru itu adalah: Tembok Besar China, Petra Yordania, Patung Kristus sang Penebus Brasil, Machu Picchu Peru, reruntukan Maya di Chichen Itza Meksiko, Koloseum Roma, dan Taj Mahal India.

Daftar itu diumumkan dalam acara meriah dan gemerlap di Lisabon, Portugal. Daftar itu dipilih melalui polling yang diikuti sekitar 100 juta orang di seluruh dunia melalui internet, SMS dan telepon. ''Pertama kali inilah sedemikian banyak orang berpartisipasi dalam pemilihan global,'' kata aktris Hillary Swank saat malam pengumuman.

Tujuh Keajaiban Dunia Baru itu dipilih untuk menggantikan Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang dirumuskan sejarawan Yunani Herodotus 2000 tahun lalu. Tujuh Keajaiban Kuno adalah Piramida Giza Mesir, Taman Gantung Babilon, Patung Zeus di Olympia, Kuil Artemis di Efesus, Mausoleum Maussollos Turki, patung raksasa Dewa Helios, dan Mercusuar Alexandria.

Candi Borobudur memang tidak termasuk dalam daftar itu, tetapi tercantum sebagai salah satu Keajaiban Dunia yang Terlupakan (Forgotten Wonders); yakni daftar yang disusun sebagai versi lain keajaiban dunia. Forgotten Wonders antara lain termasuk Angkor Wat Kamboja dan Menara Pisa Italia.

Organisasi The New Seven Wonders, selaku penyelenggara polling, didirikan oleh petualang Kanada kelahiran Swiss Bernard Weber untuk membantu pelestarian dan restorasi situs-situs bersejarah di dunia.

Lembaga United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) mengritik polling itu. Menurut UNESCO, keajaiban dunia seharusnya tidak dipilih berdasarkan polling terbuka seperti yang dilakukan New Seven Wonders.



7 KEAJAIBAN DUNIA PDF Print E-mail
Oct 15, 2007 at 07:00 AM

250px-grand_canyon_at_the_foot_of_the_toroweap_-_looking_east@2c_william_henry_holmesCoba sebutkan apa saja yang masuk dalam Tujuh keajaiban Dunia? Apakah yang terdapat dalam buku pelajaran kamu di sekolah? Tahukah kamu bahwa ternyata banyak sekali versi 7 keajaiban dunia, jadi mana yang benar? Ah tidak usah khuatir, tidak ada badan resmi di dunia termasuk UNESCO (Badan PBB untuk masalah Pendidikan dan Kebudayaan) yang mengeluarkan dan mengakui 7 keajaiban dunia versi manapun.

IMG_0835UNESCO sendiri memiliki program Situs Warisan dunia (UNESCO World Heritage Site) yang merupakan tempat-tempat di seluruh dunia yang memang dikelola UNESCO untuk dijaga kelestariannya. Hingga tahun 2004 terdapat 788 tempat yang tersebar di seluruh dunia yang masuk dalam daftar program UNESCO tersebut. Untuk negara kita Indonesia terdapat 7 lokasi yang menjadi program UNESCO yaitu : (1) Taman Nasional Komodo, (2) Taman Nasional Ujung Kulon, (3) Candi Borobudur, (4) Candi Prambanan, (5) Situs manusia purba Sangiran, (6) Taman Nasional Lorentz, dan (7) Hutan hujan tropis Sumatera.

Daftar ini akan terus berkembang dan bertambah setiap tahunnya.

Tapi perlu kamu ketahui bahwa setidaknya ada 7 daftar dari 7 keajaiban dunia yaitu

  1. Keajaiban dunia versi buku sekolah di Indonesia
  2. Keajaiban dunia kuno
  3. Keajaiban dunia Pertengahan
  4. Keajaiban dunia alami
  5. Keajaiban dunia Bawah Air
  6. Keajaiban Dunia Modern
  7. Keajaiban dunia Baru

Keajaiban dunia versi pertama, yaitu yang pernah kamu kenal dari buku-buku pelajaran di sekolah yaitu :

1. Ka'bah Berada di kota Mekah di negara Saudi Arabia / Arab Saudi

images

2. Tembok Raksasa Cina Berada di negara RRC / Republik Rakyat China

gratwall

3. Candi Borobudur Berada di negara Indonesia

200px-borobudur_stupa

4. Menara Eiffel Berada di kota Paris di negara Perancis

200px-tour_eiffel_at_sunrise_from_the_trocadero

5. Colloseum Berada di kota Roma di negara Italia

225px-colosseum-2003-07-09

6. Menara Condong Pisa Berada di kota Pisa di negara Italia

250px-leaning_tower_of_pisa

7. Masjid Taj Mahal Berada di negara India

250px-taj_mahal_in_march_2004